Informasi: Antara Fakta dan Opini

sumber gambar: tx.english-ch.com

Media semakin berkembang pesat melebihi perkiraan manusia. Berbagai macam informasi menyeruak dari segala arah, tanpa ampun, tanpa melihat siapa yang menerimanya. Saat ini informasi berhamburan layaknya udara, baik fakta maupun opini. Semuanya menyebar dengan cepat. Sekali menekan tombol “enter”, suatu informasi bisa langsung ter-publish dan menyebar mengikuti arah “angin” masyarakat. Entah mana yang benar dan mana yang salah, itu semua kembali pada keyakinan kita untuk menentukannya. Dan “opini” saya tentang informasi, fakta, dan opini terangkum dalam tulisan ini.

Antara Fakta dan Opini

Hei kawan, apa itu fakta dan apa itu opini?

Menurut Wikipedia, fakta adalah sesuatu yang yang tertangkap oleh indra manusia atau data keadaan nyata yang terbukti dan telah menjadi suatu kenyataan. Ya, itu adalah pengertian fakta. Sedangkan opini adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta akan tetapi jika dikemudian hari dapat dibuktikan atau diverifikasi maka opini akan berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta.

Tapi kawan, lihat dua kata pertama dari paragraf di atas yang saya garis bawahi, itu hanya menurut Wikipedia. Bukan menurut saya, bukan menurut Anda, bukan menurut orangtua Anda, bukan menurut orang-orang di kolong jembatan itu. Jadi, pengertian fakta dan opini dalam paragraf itu belum tentu benar kan? Lho kok?

Ya, selama ini yang kita sebut fakta itu kan ujung-ujungnya menurut sesuatu juga. Menurut penyelidikan polisi, berdasarkan penelitian ilmiah, menurut kesaksian Tuan X, berdasarkan survey, menurut undang-undang, berdasarkan foto yang ditemukan, dan sebagainya. Coba sebutkan fakta yang tidak ada dasarnya? Gak bakal ada. Bahkan, berdasarkan penglihatan saya dan Anda pun selama ini kita sebut sebagai fakta. Padahal belum tentu persepsi kita sama. Anda yang memakai kacamata berlensa merah mengatakan kertas putih itu berwarna merah, sedangkan Anda yang memakai kacamata berlensa biru mengatakan kertas putih itu berwarna biru. Sesuatu yang kita kira “fakta” selama ini baru bisa disebut sebagai fakta ketika sudah dibuktikan menurut ini dan itu, berdasarkan ini dan itu. Semuanya memakai kata “menurut” dan “berdasarkan”, tidak pernah ada yang tidak ada dasarnya. Nah lho, bingung? Atau Anda masih percaya dengan “fakta” yang diajukan oleh kebanyakan orang?

Jika Anda belum mengerti, baca lagi paragraf di atas. Sungguh saya tidak bohong, di dunia ini tidak ada yang namanya fakta, semuanya hanya opini, ya, semua hanya opini termasuk “opini” saya ini. Lho, jadi tidak ada yang benar dong? Huss, ngawur, baca paragraf paling awal di tulisan ini biar Anda mengerti maksud saya, kawan.

Antara Kebenaran dan Kesepakatan

Apa itu kebenaran?

Apa tentang saya dan Anda, kawan?

Apakah tentang Tuhan? Kitab suci? Nabi dan Rasul?
(benar menurut kita yang theis, salah menurut mereka yang atheis, keduanya punya “bukti”)

Apakah tentang bumi itu bulat?
(benar menurut hampir semua orang, salah menurut Flat Earth Society, keduanya punya “bukti”)

Kawan, pernahkah Anda mendengar teori bumi bulat dan teori heliosentris?

Dahulu kala, orang-orang menganggap bumi itu datar. Itu sebuah kebenaran bagi mereka. Sampai suatu saat Pythagoras mengemukakan bahwa bumi itu sebenarnya bulat. Dan sekarang, seperti yang kita tahu, bumi ternyata bulat(sesuai bukti foto dan analisis ilmiah lainnya). Mungkin, mungkin lho, mungkin suatu saat ada yang bisa membuktikan bahwa bumi sebenarnya abstrak.

Begitu juga dengan Nicholas Copernicus dengan teori heliosentrisnya yang menyatakan bahwa bumi mengelilingi matahari, bukan matahari mengelilingi bumi. Dulu semua orang menganggap bumi sebagai pusat tata surya, dulu itu benar, itu fakta dan ada buktinya(gerak semu matahari mengelilingi bumi). Tapi saat ini, kenyataanya justru matahari-lah sebagai pusat tata surya. Mungkin, mungkin lho, mungkin suatu saat ada yang bisa membuktikan ternyata bulan-lah yang menjadi pusat tata surya. (???)

Dua kejadian di atas cuma sebagian dari banyak hal yang so-called “ilmu pasti” padahal kenyataannya tetap saja berubah-ubah, sesuai zaman, sesuai kesepakatan. Itu hanya sebagian contoh saja kawan, masih banyak lagi contoh yang menyatakan bahwa tidak ada sesuatu yang absolut di dunia ini selain ke-relatif-an.

Kawan, jadi apa yang benar-benar “benar” di dunia ini?

Bukankah semuanya hanya menurut ini menurut itu menurut ahli menurut penglihatan menurut pendengaran menurut perasaan menurut kebanyakan orang menurut akal sehat bahkan menurut Anda sendiri!

Di mana kebenaran? Di mana fakta?

Kawan, saya beritahu rahasia kebenaran.

KEYAKINAN ANDA. YOUR FAITH.

FAKTA DAN KEBENARAN DITENTUKAN OLEH KEYAKINAN.
Tidak perlu bukti, tidak perlu menurut ini itu.
Jika Anda yakin itu benar, jadilah itu benar.
Tetapi jika Anda yakin itu salah, sebanyak apapun buktinya, tetap saja itu salah.

Jadi pantas-lah di setiap ajaran agama di dunia, keyakinan atau iman adalah yang paling utama.

Wallahu A’lam, sesuai yang saya yakini, kebenaran berasal dari Allah dan kesalahan berasal dari diri saya pribadi.

About these ads

2 thoughts on “Informasi: Antara Fakta dan Opini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s